Sabtu, 12 Februari 2011

cobalah terapi lilin

Apa yang dimaksud dengan terapi lilin telinga (ear candle)? Lilin dimasukkan ke dalam telinga? Bagaimana caranya? Jadi begini, terapi ini sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Terapi ini menggunakan lilin khusus. Beda, lo dengan lilin yang digunakan saat mati lampu. Bahan lilin untuk terapi terbuat dari sarang tawon dengan linen yang berkualitas tinggi.
Panjang lilin telinga sekitar 30 sentimeter dan berongga. Terdapat dua ukuran rongga lilin, yakni 5/8 inci yang digunakan untuk terapi orang dewasa dan ukuran rongga 1/2 inci untuk anak-anak.
Bahan terapi ini diimpor dari Amerika Serikat. Bentuknya meruncing dan diberikan tatakan bulat yang terbuat dari karton yang dilapisi alumunium foil, saat lilin itu dibakar. Berbagai penyakit bisa disembuhkan dengan terapi lilin telinga.
Misalnya, menyembuhkan penderita tuli, mempertajam pendengaran, vertigo (sakit kepala yang berputar-putar), migrain (sakit kepala sebelah), mengatasi infeksi telinga tengah (otitis media), penyakit telinga berupa nanah kuning kental berbau busuk (congek), tinitus (telinga yang berdengung), sinusitis (infeksi di rongga hidung), serta insomnia (penyakit sulit tidur).
Proses Terapi Lilin
Nah, sebelum menjalani terapi ada yang perlu diperhatikan. Pertama, telinga pasien diperiksa dengan alat bernama otoskop. Dengan alat ini bisa diketahui apakah di gendang telinga sudah menempel jamur, ada bisul atau radang, atau ada kotoran yang mengeras. Kalau di gendang telinga hanya ada jamur, bisul, atau radang, pasien bisa langsung diterapi.
Tetapi kalau ada kotoran yang keras, harus ditetesi obat dulu supaya kotoran melunak. Setelah itu diangkat, kemudian baru diterapi. Saat diterapi, pasien tidur dalam posisi miring-tegak lurus. Selanjutnya, bagian lilin yang runcing (bagian ujung) dimasukkan ke lubang telinga dan bagian pangkalnya dibakar.
Setiap lima menit, lilin yang sudah terbakar digunting, kemudian dibuang di baskom kecil berisi air. Setelah terapi berlangsung 15 menit, lilin yang masih menyala dan punya sisa sekitar 5-7 sentimeter diangkat dari telinga, lalu digunting tepat di bawah api.
Sisa lilin yang tidak terbakar dimasukkan ke dalam kantong plastik. Lilin itu diberi kode untuk mengetahui lilin itu digunakan untuk terapi telinga kiri atau telinga kanan.
Ini lilin yang digunakan untuk terapi. Foto: alibaba
Sssst tahu enggak, saat lilin dibakar tekanan udara di pangkal lilin menjadi rendah. Jadi timbul rasa panas. Tapi tenang aja, enggak bakal kebakar kok! Asap dari pembakaran lilin masuk ke seluruh ruang telinga.
Dalam waktu sekitar 7-10 menit, asap di dalam rongga telinga menjadi jenuh. Asap keluar dan membawa kotoran telinga yang berada di rumah siput (tymphani). Tidak ketinggalan, jamur yang menutup gendang telinga ikut terangkat.
Lilin yang telah digunakan tadi dibelah untuk mengetahui kotoran yang dikeluarkan dari telinga. Wah, segala jamur bisa hilang. Telinga pun jadi bersih.
Berapa lilin yang digunakan untuk terapi ini, yah? Untuk terapi satu telinga, digunakan minimal dua lilin dan maksimal tiga lilin. Lilin-lilin itu dibakar secara terus-menerus.
biaya Rp.25.000 sepasang

Jumat, 11 Februari 2011

Terapi Lilin untuk Penyembuhan



Selain sebagai sumber penerangan, lilin bisa menjadi sarana penyembuhan. Cahaya yang terpancar dari nyala lilin memiliki energi yang bisa beresonansi dengan medan elektromagnetik yang menyelubungi tubuh manusia. Dari sinilah efek penyembuhan didapatkan.
Kata pepatah bijak, nyalakanlah lilin ketimbang meratapi kegelapan. Namun, selain sebagai sumbr penerangan, lilin juga merupakan sumber energi yang dipakai sebagai terapi karena unsur cahayanya.
Cahaya merupakan salah satu bentuk radiasi elektromagnetik atau getaran energi, terdiri dair tujuh warna pokok yang mempunyai panjang gelombang berbeda-beda. Dua unsur ini, cahaya dan warna, dikembangkan sebagai dasar penyembuhan terapi lilin atau candle healing.
Cahaya lilin, sejak dulu digunakan para tabib spiritual dari Yunani, Mesir, India dan Cina untuk melakukan penyembuhan penyakit. Getaran energi cahayanya yang kemudian beresonansi dengan aura manusia (medan energi elektromagenetik yang menyelubungi manusia).
Menurut Eryca Sudarsono, dari Saraswati Inner Studies Jakarta, penyakit fisik adalah manifestasidari ketidakseimbangan energi pada tubuh yang disebabkan adanya ketidakseimbangan body, mind and soul. Penyembuhan dengan terapi lilin dapat menyelaraskan kembali sirkulasi energi pada tubuh penderita.
Energi dari cahaya lilin itulah yang akan beresonansi dengan energi penderita yang sedang tidak seimbang. Terapi lilin diawali dengan penyembuhan psikis dan spiritual. Dari situlah kesembuhan fisik dapat tercapai.
Lilin merupakan simbol yang kuat untuk mengaktifkan api, baik secara fisik maupun pada tingkatan yang sangat halus. Cahaya lilin berfungsi untuk menggerakkan atau memindahkan energi dan menerjemahkan energi menjadi keinginan.
Cahaya lilin juga dapat membentuk pikiran yang sangat kuat jika kita terhubung dengannya. Warna cahayanya mendatangkan efek-efek penyembuhan, sehingga pemilihan warna lilin sangat penting dalam proses ini. Saat lilin dinyalakan, energi cahaya dan warnanya memancar dan menyebar ke atmosfer, lalu diserap penderita. Paling tidak cahayanya berpengaruh pada orang di sekitarnya.
Minyak zaitun
Tiap warna pada cahaya lilin mempunyai arti yang digunakan untuk tujuan tertentu. Merah, misalnya, menyimbolkan cinta dan kesehatan, juga ambisi yang besar. Warna merah simbol nafsu dan potensi seksual, dan seks, yang merupakan ekspresi kekuatan hidup.
Warna-warna cahaya lilin mempunyai frekuensi berbeda-beda. Ketika digabungkan dengan kekuatan pikiran dan doa, energo cahayanya dapat menyembuhkan berbagai penyakit melalui penyelarasan pada pusat energi (cakra-cakra).
Efek terapi lilin dapat diperkuat dengan susunan lilin berbentuk geometris tertentu di sekitar penderita. Energi geometris mempunyai efek dinamis ketika berinteraksi dengan aura.
Bentuk-bentuk geometris itu adalah segitiga (untuk memperbesar energi dan menambah kekuatan penyembuhan), segiempat (menstabilkan seluruh sistem psikologis penderita), segilima (meningkatkan energi spiritual), segienam (untuk menyelaraskan hati, pikiran, fisik dan jiwa), segitujuh (menyeimbangkan dan mengatur semua cakra), lingkaran (perlindungan yang tinggi, simbol lahir dan kelahiran kembali).
Lilin yang digunakan untuk terapi, kata Deja Allison, praktisi terapi lilin Amerika Serikat, terlebih dahulu harus dibersihkan dengan minyak, seperti minyak zaitun atau parfum. Tujuannya untuk membersihkan lilin dari segala hal yang negatif yang bisa terjadi karena akumulasi pada saat terjadi karena akumulasi pada saat proses pembuatan. Selain itu, untuk menguatkan vibrasi cahaya dan warna, sehingga dapat bekerja lebih efektif. Proses ini disebut dressing the candle atau pemograman.
Bila tak ada minyak, cara yang mudan efektif adalah menggunakan afirmasi yang berkaitan dengan tujuan khusus Anda, atau membaca doa bahwa Anda memprogram lilin tersebut. Hal ini sekaligus mempersiapkan lilin dan diri Anda sendiri sebagai penyembuh. Pemograman ini termasuk memasukkan vibrasi, pikiran dan keinginan ke dalam kekuatan vibrasi lilin.
Deja mengingatkan, kala mengoleskan minyak pada lilin, harus selalu searah. Untuk penyembuhan, akan lebih bermanfaat jika dioleskan dari bawah ke atas. "Secara simbolis mengarahkan energi warna keluar ke lapisan udara menuju ke cakra terkait," tutur master reiki ini.
Waktu penyembuhan yang efektif dengan terapi ini antara 15-20 menit. Bila digunakan untuk penyembuhan diri sendiri sebaiknya lakukan setiap pagi atau malam hari menjelang tidur.
Sumber: Senior

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terapi lilin ear candle bisa menyembuhkan penyakit

  -       vertigo  

 -       migren  

 -       telinga berdengung  

 -       congek  

 -       asma  

 -       batuk  

 -       stress  

 -       infeksi pendengaran

Ear Candle / terapi lilin

Ear Candle bekerja layaknya vacuum cleaner yang menyedot kotoran. Lilin yang dibakar akan menghasilkan panas. Tekanan udara di atas menjadi lebih rendah sehingga asap putih hasil bakaran lilin masuk ke dalam tehinga. Setelah 3/4 lilin terbakar, asap di dalam telinga pun menjadi jenuh. Dengan adanya aliran udara dan tekanan lebih tinggi, asap putih itu akhirnya keluar dari dalam telinga sambil membawa partikel-partikel yang ada di dalam telinga, termasuk wax yang ada di dalam rumah siput.


Penggunaan Ear candle dipercaya dapat membersihkan dan mengharmonisasikan daerah energi yang berbeda-beda pada setiap individu dalam persiapan semacam kondisi relax yang nyaman dan untuk menghilangkan energi negative pada tubuh kita. Ear candles adalah terapi pembersihan yang sangat sukses untuk banyak masalah yang berhubungan dengan kuping dan daerah kepala. Limpatik sistim dan metabolisme tubuh dapat dipengaruhi dengan penggunaan Ear candle ini. Dalam prosesnya digunakan lilin kusus yang menyerupai pipa dan pada ujungnya dikususkan untuk dihubungkan pada lubang telinga. Api yg dinyalakan akan mengangkat racun, lapisan lilin yg sudah lama, sisa dari infeksi dan jamur dan juga akan mengurangi lembab pada telinga.
Ear Candling sudah lama dikenal oleh orang-orang di Mesir, China, Yunani and Suku Indian Hopi di Amerika Utara.

Hosni Mubarak Akhirnya Mundur - www.inilah.com

Hosni Mubarak Akhirnya Mundur - www.inilah.com

Klinik Multi Terapi Assyarif

METODE MULTI TERAPI

KLINIK MULTI TERAPI Assyarif dalam praktek kesehariannya menggunakan Metode Multi Therapy, artinya tidak semua pasien diperlakukan terapi yang sama tergantung dari hasil diagnosa. Karena setiap jenis terapi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga satu sama lain bisa saling melengkapi.
Ibarat seorang tentara dalam peperangan yang dibekali dengan berbagai macam jenis senjata lengkap akan lebih mudah mengalahkan musuh dibandingkan seorang tentara yang hanya dibekali satu jenis senjata saja.
Jenis Metode Terapi di KlinikMULTI TERAPI Assyarif :
  • Akupressur
  • Terapi Lintah (Hirudo Therapy)
  • Bekam Al Hijamah
  • Terapi Lilin / ear candle
  • Gurah Mata dengan herbal
  • Reflexology
  • Totok Darah
  • Ruqyah Syar'iyyah
  • Ramuan Herbal 
  • pijat tradisional
  • ceragem